{"id":41,"date":"2019-03-10T00:21:41","date_gmt":"2019-03-10T00:21:41","guid":{"rendered":"http:\/\/pmi.walisongo.ac.id\/?page_id=41"},"modified":"2026-06-19T09:08:54","modified_gmt":"2026-06-19T02:08:54","slug":"visi-misi-dan-tujuan","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/pmi.walisongo.ac.id\/?page_id=41","title":{"rendered":"Visi &#038; Misi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Visi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Visi Prodi PMI adalah Visi ProdiPengembangan Masyarakat Islam adalah \u201cProdi Pengembangan Masyarakat Islam(PMI) terdepan dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan berbasis pada kesatuan ilmu pengetahuan untuk&nbsp; kemanusian dan peradaban di Tingkat&nbsp; Asia pada Tahun 2038 \u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<ol><li><strong>Terdepan&nbsp; dalam Pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan.&nbsp; <\/strong>&nbsp;Terdepan adalah sinonim dengan kata utama, penting dan terdahulu. Kata terdepan pada visi Prodi PMI mengandung arti bahwaProdi PMI berkeinginan untuk menjadi Prodi yang berada pada barisan&nbsp; utama dalam bidang Pendidikan,&nbsp; penelitian, dan pengembangan keilmuan pengembangan masyarakat Islam&nbsp; yang berbasis pada kesatuan ilmu, Sehingga Prodi PMI dapat diakui&nbsp;&nbsp; reputasinya di tingkat Asia. <\/li><li><strong>Kesatuan ilmu pengetahuan adalah<\/strong> mengandung arti kesatuan antara&nbsp; disiplin ilmu keagamaan (<em>al-u\u2019lum al-diniyyah<\/em>), disiplin ilmu sosial humaniora (<em>social science, al-ulum al-ijtimaiyah<\/em>) dan ilmu alam (<em>natural science, al-\u2018ulumal-kauniyyah<\/em>).<br> Dalam perspektif falsafah kesatuan ilmu, UIN walisongo meyakini bahwa, secara ontologis, ilmu merupakan sifat Allah yang tidak dapat dipisahkan dari-Nya. Ilmu adalah realitas Kebenaran (al-Haq) yang selanjutnya diajarkan kepada manusia melaui simbol. Secara epistemologis, ilmu bisa&nbsp;&nbsp; diperoleh melalui pemahaman terhadap wahyu (ilmu Hudhuri) dan juga melalui penyelidikan dan riset terhadap ayat-ayat alam (kauni). Kata untuk kemanusian dan peradaban merupakan penekanan aksiologi ilmu yang dikembangkan pada UIN Walisongo<\/li><li><strong>Kemanusian&nbsp; dan peradaban.<br> Kemanusiaan <\/strong>mengandung arti bahwa UIN Walisongo menetapkan diri sebagai bagian dalam upaya memanusiakan manusia, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan.&nbsp; Melalui <strong>kemanusiaan, <\/strong>UIN Walisongo menetapkan diri sebagai bagian dalam upaya memanusiakan manusia, menjunjung tinggi nilai dan melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan. Secara khusus, civitas UIN Walisongo didorong untuk dapat menjalin hubungan harmonis kepada semua pihak tanpa membedakan suku, budaya, ras, agama dan lain-lain. Dengan cara demikian, UIN Walisongo ingin mewujudkan masyarakat yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Karena itu, pendekatan keilmuan yang digunakan di UIN Walisongo adalah pendekatan theo-antroposentris yaitu pendekatan dengan sentral ketuhanan dan kemanusiaan.<br> <strong>Peradaban <\/strong>adalah aspek aksiologi ilmu yang dikembangkan pada UIN Walisongo sebagai <em>way of life <\/em>yang muncul setelah manusia hidup dalam kota atau masyarakat yang terorganisasi sebagai negara. UIN Walisongo bertekad memberikan kontribusi bagi kualitas hidup manusia, masyarakat, bangsa, bahkan dunia. Peradaban yang luhur tentunya peradaban yang nilai-nilainya tidak tercerabut dari local wisdom Negara Indonesia yang menjunjung tinggi gotong royong, tenggang rasa dan saling menghargai. Peradaban mengandung arti bahwa UIN Walisongo bertekad memberikan kontribusi bagi kualitas hidup manusia, masyarakat, bangsa, bahkan dunia. <li><strong>Tahun 2038<\/strong><br>Tahun 2038 merupakan target ketercapaian visi, misi, tujuan dan sasaran Prodi yang disesuaikan ngan tahun pencapain Visi Fakultas dan &nbsp;UIN Walisongo.&nbsp; Pencapain target tesebut didasarkan pada tiga alasan:<\/li><\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tahun \u00a02038\u00a0 merupakan \u00a0\u00a0\u00a0interval\u00a0 waktu pencapain visi, misi, tujuan \u00a0dan sasaran membutuhkan interval waktu 25\u00a0 tahun dari tahun 2014 sebagai baseline penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP).<\/li>\n\n\n\n<li>Tercapainya visi, \u00a0misi,\u00a0 tujuan\u00a0 dan\u00a0 sasaran \u00a0pada\u00a0 tahun \u00a02038 secara beretahap didasarkan pada capaian rencana strategis (renstra), yang yang diuraikan menjadi lima tahapan, meliputi (1) renstra 2014-2018 (memperkokoh dan mengembangkan \u00a0\u00a0bangunan Prodi PMI untuk memperkuat FDK dan UIN universitas yang berkualitas, profesional dan akuntabel); renstra 2019- 2023 ((proses menuju prodi riset berbasis kesatuan ilmu); renstra 2024\u20132028 (Prodi PMI melakukan penguatan menuju prodi riset berbasis kesatuan ilmu pengetahuan dilingkup Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia.); renstra 2029\u20132033 (Prodi penelitian berbasis kesatuan ilmu yang mulai bersaing di lingkup Perguruan Tinggi umum menuju Prodi riset Asia Tenggara); dan \u00a0\u00a0renstra 2034\u20132038 (Prodi terdepan dalam penelitian, pengabdian dan pengrbangan keilmuan berbasis kesatuan ilmu di lingkup Perguruan Tinggi di Asia).<\/li>\n\n\n\n<li>Prodi PMI Fakutas Dakwah dan Komunikasi UIN \u00a0Walisongo pada\u00a0 tahun 2038\u00a0 diharapkan menjadi prodi yang memiliki kematagan dalam \u00a0pengembangan,\u00a0 dan\u00a0 pemanfaatan\u00a0 Tri Dharma Peran Tinggi berbasis kesatuan ilmu (<em>unity of sciences<\/em>)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Misi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran\u00a0 keilmuan Pengembangan Masyarakat Islam untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berakhlakul karimah<\/li>\n\n\n\n<li>Menyelenggarakan penelitian dalam bidang Pengembangan Masyarakat <\/li>\n\n\n\n<li>Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis riset <\/li>\n\n\n\n<li>Merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal dalam Pengembangan Masyarakat Islam<\/li>\n\n\n\n<li>Mengembangkan kerjasama dengan berbagai lembaga dalam skala lokal, regional, nasional, dan internasional dalam bidang Pengembangan Masyarakat Islam.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyelenggarakan tata kelola program studi PMI yang efektif, efisien, transparan dan partisipatif. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tujuan<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Menghasilkan sarjana ilmu Pengembangan Masyarakat Islam yang beriman,\u00a0 berakhlak karimah dan berdaya saing dalam bidang Pengembangan Masyafrakat Islam serta berwawasan <em>unity of science<\/em>;<\/li>\n\n\n\n<li>Menghasilkan penelitian dan karya ilmiah dibidang pengembangan masyarakat Islam berbasis kesatuan ilmu pengetahuan .<\/li>\n\n\n\n<li>Menghasilkan\u00a0 karya\u00a0pengabdian\u00a0 masyarakat\u00a0 yang\u00a0inovatif, kreatif\u00a0 dan\u00a0 berdaya guna\u00a0menuju\u00a0\u00a0 masyarakat\u00a0 yang\u00a0mandiri dan\u00a0 Islami.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengimplementasikan dakwah Islamiyah berbasis nilai-nilai kearifan lokal.<\/li>\n\n\n\n<li>Menghasilkan kerjasama yang intensif dan produktif dengan berbagai lembaga dibidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di\u00a0 bidang pemberdayaan dan pengembangan masyarakat baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional<\/li>\n\n\n\n<li>Mewujudkan tata kelola program studi PMI yang efektif, efisien, transparan dan\u00a0 partisipatif; <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Visi Visi Prodi PMI adalah Visi ProdiPengembangan Masyarakat Islam adalah \u201cProdi Pengembangan Masyarakat Islam(PMI) terdepan dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan berbasis pada kesatuan ilmu pengetahuan untuk&nbsp; kemanusian dan peradaban di Tingkat&nbsp; Asia pada Tahun 2038 \u201d Terdepan&nbsp; dalam Pendidikan, penelitian, dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":27,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-41","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pmi.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/41","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pmi.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/pmi.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pmi.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pmi.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=41"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/pmi.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/41\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8367,"href":"https:\/\/pmi.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/41\/revisions\/8367"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pmi.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/27"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pmi.walisongo.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=41"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}