
Semarang, 11-13 September 2026 – Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang sukses menyelenggarakan Sekolah Pemberdaya Tahap Awal (SPTA). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Jumat sampai Minggu, 11-13 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di gedung I4 Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Mengusung tema “Menumbuhkan Pemahaman, Menguatkan Kesiapan”, SPTA menjadi bekal awal bagi mahasiswa PMI sebelum terjun langsung mendampingi masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta.
Selama tiga hari, peserta mendapatkan 7 materi. Pada hari pertama, peserta mendapatkan tiga materi, yaitu Teori dan Komunikasi Pembangunan dari LPUBTN, Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat dari Tenaga Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) Provinsi Jawa Tengah, serta Kelembagaan Pemberdayaan Masyarakat dari PSMAM Dispermades Dukcapil Provinsi Jawa Tengah. Hari kedua diisi empat materi lanjutan, yakni Manajemen dan Metodologi Pemberdayaan Masyarakat oleh LPUBTN, Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat oleh Igun Zuhdi Khariri, S.Sos. Demisioner HMJ PM , Dakwah Bil Hal oleh Dr. Agus Riyadi, S. Sos.I. , M. S. I. dosen pengembangan masyarakat islam, dan Sumber Pembiayaan oleh Dr. Agus Riyadi, S. Sos.I. , M. S. I. dosen pengembangan masyarakat islam.
Memasuki hari ketiga, Minggu (13/9), peserta tidak lagi duduk mendengarkan materi, tetapi langsung terjun ke sesi praktik. Setelah persiapan, peserta menyusun rencana pemberdayaan, simulasi pendampingan, hingga pemetaan wilayah masing masing melalui detailing praktek yang disajikan dalam bentuk presentasi sejak pagi hingga sore hari, sehingga ilmu dari tujuh materi sebelumnya langsung diuji dalam praktik.
Ketua Jurusan PMI, Dr. Abdul Ghoni., M.Ag, menyampaikan bahwa SPTA dirancang untuk membentuk mahasiswa yang paham konsep pemberdayaan sekaligus siap bergerak di tengah masyarakat.
Salah satu peserta, RHI Lathiefa Akmalia, mengaku melalui kegiatan SPTA ini memberikan banyak ilmu bermanfaat dan relasi baru yang berguna untuk proses pendampingan nanti.
Selain materi, peserta mendapatkan KIT, makan siang, snack, dan sertifikat. Panitia berharap SPTA dapat berlanjut ke tahap berikutnya dan melahirkan pendamping masyarakat yang kompeten.
Penulis: tim media jurusan pengembangan masyarakat islam (kh)
