POPMI: Membangun Koneksi, Menemukan Potensi, Menciptakan Arti

Semarang – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) menyelenggarakan POPMI (Pekan Orientasi Pengembangan Masyarakat Islam) sebagai wadah pengenalan keilmuan, pengembangan potensi diri, serta penguatan solidaritas antarmahasiswa. Mengusung tema “Membangun Koneksi, Menemukan Potensi, Menciptakan Arti”, kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk membangun relasi, mengenali kapasitas diri, dan memahami peran strategisnya sebagai bagian dari keluarga besar Pengembangan Masyarakat Islam.

Kegiatan ini dirangkul dan didukung oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pengembangan Masyarakat Islam serta mendapat arahan dan dukungan dari Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Bapak Abdul Ghoni, M.Ag. Keterlibatan unsur himpunan dan jurusan menjadi bentuk sinergi dalam menciptakan lingkungan akademik yang kolaboratif sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan di kalangan mahasiswa.

Dalam rangkaian kegiatan malam keakraban (Makrab), POPMI menghadirkan dua materi utama, yaitu Ke-PMI-an serta Leadership dan Keorganisasian. Materi pertama disampaikan oleh Fauzan Ahmad Prasetyo Utomo, S.Sos. yang membahas Ke-PMI-an. Materi ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai identitas, landasan keilmuan, serta ruang lingkup Pengembangan Masyarakat Islam. Mahasiswa diajak mengenali lebih dalam orientasi keilmuan PMI, memahami dinamika sosial, serta menyadari pentingnya peran mahasiswa dalam mendorong perubahan dan pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya, materi Leadership dan Keorganisasian disampaikan oleh Bahrul Ulum, M.Ag. Pembahasan ini menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, serta kemampuan berorganisasi. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan potensi diri, memahami dinamika organisasi, dan membangun jiwa kepemimpinan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan akademik maupun masyarakat.

Tema yang diangkat merepresentasikan tiga nilai utama dalam kegiatan POPMI. Membangun koneksi dimaknai sebagai upaya mempererat hubungan dan menciptakan ruang kolaborasi antarmahasiswa. Menemukan potensi menjadi proses mengenali kemampuan, minat, serta kapasitas diri untuk terus berkembang. Sementara itu, menciptakan arti merupakan dorongan agar setiap proses dan pengalaman yang diperoleh mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi diri sendiri, lingkungan akademik, dan masyarakat luas.

Melalui POPMI, mahasiswa tidak hanya diharapkan memperoleh pemahaman mengenai identitas keilmuan PMI, tetapi juga membangun rasa kekeluargaan, solidaritas, dan jiwa kepemimpinan. Sinergi antara program studi dan himpunan mahasiswa ini menjadi langkah penting dalam menumbuhkan generasi mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam yang kritis, kolaboratif, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.

Dengan semangat “Membangun Koneksi, Menemukan Potensi, Menciptakan Arti”, POPMI menjadi lebih dari sekadar kegiatan orientasi dan keakraban, melainkan ruang awal bagi mahasiswa untuk bertumbuh, saling menguatkan, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari perubahan sosial yang bermakna.

Tim Media PMI (LA)