Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Ikuti Benchmarking Uji Kompetensi, Perkuat Pemahaman Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sanitasi dan CSR
Semarang 10 Oktober 2026 – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) menyelenggarakan kegiatan Benchmarking Uji Kompetensi Mahasiswa sebagai upaya meningkatkan wawasan, pengetahuan, serta kompetensi mahasiswa dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan pembahasan mengenai dua isu strategis, yakni Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Materi pertama membahas Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai pendekatan pemberdayaan yang berorientasi pada perubahan perilaku higienis dan sanitasi melalui pemicuan serta partisipasi aktif masyarakat. Pembahasan mencakup lima pilar utama STBM, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, serta Pengelolaan Air Limbah Domestik Rumah Tangga. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa persoalan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga kesadaran, kebiasaan, dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Materi kedua mengangkat peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Pembahasan menitikberatkan pada tanggung jawab perusahaan terhadap dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari aktivitas operasionalnya. CSR tidak hanya dipahami sebagai kegiatan pemberian bantuan atau donasi, melainkan sebagai komitmen jangka panjang yang mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan potensi lokal, serta terciptanya kemandirian komunitas.
Dalam materi tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan pada tahapan implementasi program pemberdayaan berbasis komunitas, mulai dari pemetaan sosial dan asesmen kebutuhan, desain program secara kolaboratif, pelaksanaan partisipatif, hingga evaluasi dan penguatan kemandirian masyarakat. Pendekatan ini menegaskan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat program.
Kedua materi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan keilmuan Pengembangan Masyarakat Islam. STBM memberikan pemahaman mengenai pemberdayaan dalam aspek kesehatan dan lingkungan, sedangkan CSR memperluas perspektif mahasiswa mengenai kolaborasi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan Benchmarking Uji Kompetensi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan praktik pemberdayaan di lapangan. Selain meningkatkan kesiapan menghadapi uji kompetensi, kegiatan ini juga menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis sosial, fasilitasi masyarakat, serta merancang program pemberdayaan yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Ikuti Benchmarking Uji Kompetensi, Perkuat Pemahaman Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sanitasi dan CSR
Semarang – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) menyelenggarakan kegiatan Benchmarking Uji Kompetensi Mahasiswa sebagai upaya meningkatkan wawasan, pengetahuan, serta kompetensi mahasiswa dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan pembahasan mengenai dua isu strategis, yakni Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Materi pertama membahas Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai pendekatan pemberdayaan yang berorientasi pada perubahan perilaku higienis dan sanitasi melalui pemicuan serta partisipasi aktif masyarakat. Pembahasan mencakup lima pilar utama STBM, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, serta Pengelolaan Air Limbah Domestik Rumah Tangga. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa persoalan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga kesadaran, kebiasaan, dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Materi kedua mengangkat peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Pembahasan menitikberatkan pada tanggung jawab perusahaan terhadap dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari aktivitas operasionalnya. CSR tidak hanya dipahami sebagai kegiatan pemberian bantuan atau donasi, melainkan sebagai komitmen jangka panjang yang mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan potensi lokal, serta terciptanya kemandirian komunitas.
Dalam materi tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan pada tahapan implementasi program pemberdayaan berbasis komunitas, mulai dari pemetaan sosial dan asesmen kebutuhan, desain program secara kolaboratif, pelaksanaan partisipatif, hingga evaluasi dan penguatan kemandirian masyarakat. Pendekatan ini menegaskan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat program.
Kedua materi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan keilmuan Pengembangan Masyarakat Islam. STBM memberikan pemahaman mengenai pemberdayaan dalam aspek kesehatan dan lingkungan, sedangkan CSR memperluas perspektif mahasiswa mengenai kolaborasi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan Benchmarking Uji Kompetensi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan praktik pemberdayaan di lapangan. Selain meningkatkan kesiapan menghadapi uji kompetensi, kegiatan ini juga menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis sosial, fasilitasi masyarakat, serta merancang program pemberdayaan yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Tim Media PMI (LA)

